Written by 4:42 pm Inspirasi, Lifestyle • One Comment

Taman Festival Bali, Dulu Tempat Wisata Mewah Bukanlah Yang Sekarang

Taman Festival Bali, Dulu Tempat Wisata Mewah Bukanlah Yang Sekarang

Taman Festival Bali bukan lah yang sekarang, mungkin cocok dengan lagu yang dipopulerkan oleh Tegar Septian. Bagaimana tidak Taman yang berada di dekat Pantai Padang Galak, Sanur, Bali ini menampilkan suasana seram. Ini dulunya adalah taman yang menyenangkan dan mewah, tetapi sekarang dibiarkan begitu saja tanpa perawatan hingga terbengkalai.

Saat masih dibuka, Taman Festival Bali memiliki segudang atraksi seru untuk dinikmati pengunjung. Anda dapat mengunjungi objek wisata ini dengan berbagai atraksi dan pertunjukannya, termasuk teater 3D, gunung berapi buatan yang dapat meletus sesuai permintaan, pertunjukan sinar laser malam hari, kebun binatang, teater, dan banyak lagi.

Namun, banyak hal telah berubah secara drastis dan situasinya tidak lagi menjadi sama seperti dulu. Sekarang telah berbeda terbalik, area tersebut sekarang ditumbuhi semak-semak sehingga terlihat terbengkalai dan angker. Cat tembok yang mengelupas dan banyaknya coretan menambah suasana mencekam.

Apa sebernarnya yang terjadi ?

Tahun terbaik untuk menghadiri Taman Festival Bali adalah tahun 1997. Di seluruh Pulau Dewata, orang mengenalnya karena pertunjukannya begitu megah dan indah serta tempat wisata yang memiliki banyak atraksi seru.

Namun, krisis ekonomi Indonesia tahun 1998 berdampak buruk pada kelangsungan jangka panjang Taman Festival Bali. Tak ada jalan lain akhirnya berdampak pada Taman ini. Taman Festival Bali menjadi saksi bisu sejarah ekonomi Indonesia yang terpuruk kala itu. Kerumunan yang tadinya gaduh perlahan berubah menjadi lebih tenang. Taman hiburan yang dulunya memiliki Pintu dan jendela mulai menghilang, dan tak lama kemudian seluruh gedung terasa terbengkalai dan seram. Hari ini, Anda masih bisa melihat sisa fondasi bangunan yang runtuh dan kenangan anda jika pernah kesana. Tanaman merambat dan ilalang telah mengambil alih kamar-kamar kosong itu. Semua pohon besar lainnya akhirnya menyerbu struktur bangunan. Akhirnya menjadi seperti sekarang ini.

Dan faktnya sekarang !

Taman hiburan ini telah ditutup sejak tahun 2000, jadi sejak saat itu kosong. Namun, ada satpam yang bertugas di masing-masing bangunan ini. Masalahnya, satpam yang sedang bertugas sering mendengar tawa dan jeritan.  Sehingga penjaga pun sering membawa teman saat melakukan penjagaan di taman tersebut.

Ternyata masih banyak orang yang tertarik untuk mengunjungi festival taman yang dulu terkenal dan megah ini, meski sudah terbengkalai dan kental dengan nuansa mistis. Beberapa dari mereka kerap mengungkapkan keinginan untuk benar-benar menyaksikan legenda horor yang konon merajalela di sana.

Nah.. Udah tau kan sekarang bagaimana dengan anda apakah anda ingin kesana juga. Pastinya jika anda merasa tertantang dengan horornya bisa di jadikan sebagai inspirasi wisata horor ya. Dan semoga perjalanan anda menyenangkan.

(Visited 295 times, 1 visits today)

Last modified: December 3, 2022

Close